Bagaikan Sahabat Lama Baik Pertama Berkunjung Pada Keluaga Houniao
Penyusun: GiGi
Penterjemah: H.Luan

Hari ini, aku mengikuti Bapak Dazhu, Hasan dan Xijiaren menggunakan bus patas ke Shajing Shenzhen menandangi Houniao dan ayah mertuanya. Padahal bisa kenal dengan Houniao dimulai ketika ia mengalami membantu ayah mertua mencari saudaranya yang hubungan sudah terputus.
Bapak Li Heqing adalah ayah mertua Houniao, seorang yang pernah mengalami kepahitgetiran masa lampau, sejak kanak-kanak, ia bersama dengan adik perempuan selalu mengikuti nenek dari pihak ayahnya, bertiga saling bergantung untuk hidup terus, berkat mendapat pemberian bantuan materiil dan finansial dari paman yang telah merantau di Indonesia, sehingga keluarga itu dapat menutup biaya kehidupannya. Sebab hal-hal yang terjadi pada masa dahulu, sejak berumur 15 tahun, hubungan ayah mertua Houniao (Li Heqing) dengan pamannya sudah terputus berikut selama 35 tahun. Diantaranya kebetulan ada teman sekampung yang tiba-tiba datang dari Indonesia memberikan selembar ‘foto seluruh keluarga paman’ dan mendapat berita bahwa pamannya telah wafat dan meninggalkan 2 anak laki-laki, itu adalah kakak-adik saudara sepupu dari pihak ayah si Heqing. Akan tetapi sesudah itu hubungan sudah terputus lagi. Baik telah terus-menerus mencoba cara apa saja yang bisa dicoba untuk menghubunginya, tetapi akibatnya tetab tidak berhasil.
Pada kemudian hari, melalui Xuanyin kawan net di Dananshan, Houniao mengenal bapak Hasan ketua www.qiaou.com dan meminta bantuan supaya dicarikan saudaranya ayah mertua yang hubungan sudah terputus itu. Tgl 12 Juli, www.qiaou.com membuat berita, pak Hasan juga langsong melalui alumni yang bermukim di Hongkong bahkan saudaranya sendiri untuk membatunya. Tgl 12 September, tinggal 3 hari orang Tionghua akan menjelang hari besar tradisional pertengahan musim gugur, sewajarnya pada hari ini setiap anggota famili Tionghua akan masing-masing kumpul bertemu dirumah bagaikan rembulan yang bundar bulat bercahaya di angkasa. Pada saatnya, kita mendapat berita bahwa barisan bantu mencari saudaranya Li Heqing telah berhasil, baik laporan yang mendetail belum ada, tapi jelas saudara pak Hasan sedang membawa sepucuk ‘foto seluruh keluarga paman’ berkunjung di Belarang daerah Binje. Dimana ia sedang beranjangsana di suatu rumah keluaga Tionghua, dengan biasa mengajukan foto itu untuk mencari petunjuk. Tidak sangka keluaga Tionghua ini adalah keluarga yang dicari oleh bapak Li Heqing. Padahal pada permulaan saat itu belum bisa dipastikan, malah tuan rumah yang muda merasa foto itu kelihatannya agak hafal tetapi kurang tegas, kemudian setelah dibandingkan dengan foto album yang disimpan di kolong, baru tiba-tiba sadar akan apa yang telah terjadi. Dimulai meminta tulung kepada www.qiaou.com dicarikan persaudaraan yang hubungan sudah terputus selama 47 tahun hingga dibantu sampai kecari, antaranya hanya melalui 2 bulan masa. Siapapun yang mengalami pasti akan merasa terharu.

Kita tiba di rumah Houniao, bapak Li Heqing masih mendebarkan hatinya. Ia memberi tahu pada tahun baru Imlek atau hari Cengbeng tahun depan, adik sepupu yang tinggal di Indonesia yang baru kecari itu akan datang ke kampung halaman leluhurnya untuk mengenal kerabat leluhurnya dan mengadakan pertalian kerabat saudara, tentunya pada waktu yang akan datang itu akan mengakhiri perasaan rindu bagi saudara kerabat yang hubungan sudah terputus selama 47 tahun.
Ayah mertua Houniao adalah keturunan keluarga daerah Chaoshan, kita di rumahnya sambil menikmati suguhan ‘Gongfu Teeh’ sambil diajak bicara dengan bahasa dialek ‘Tioshuahui’, sangat meriah, malah aku yang merasa bingung entah apa yang dikatakan. Berkat Pak Hasan yang sering memberi penterjemahan tapi pak Dazhu suka mempermaikan aku, baik lah aku meyakini kelakuan itu bisa memberi kesemangatan aku untuk belajar bahasanya.
Tiba-tiba sudah jam 15:00 sore, sudah waktunya kita pamitan. Bapak Li Houqing dan familinya sekali lagi menyampaikan undangan supaya kita bisa datang pula, apalagi disaat kedatangannya adik sepupu yang bermukim di Indonesia yang selalu dirindui itu.
Tentunya, menyusun berita keadaan penghidupan persaudaraan perantau Tionghua yang menetap di Tiongkok dan mempererat perhubungan antaranya adalah kuajiban kita. Kita mana boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk merekam saat yang begitu mengharukan hati.
Terima kasih atas penyambutan seluruh famili Houniao.


